Bagian 1 : Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
Pendahuluan
Untuk melawan aliran-aliran sesat yang sudah berkembang dalam jemaat mula-mula (seperti Gnostik dan Doketisme) bapa-bapa gereja menyusun rumusan Pengakuan Iman Rasuli yang memuat unsur-unsur: 1. Aku percaya kepada Allah Bapa, 2. Aku percaya kepada Kristus Yesus, 3. Aku percaya kepada Roh Kudus. Tidak jelas sejak kapan Pengakuan Iman Rasuli dirumuskan, namun dalam surat Uskup Mercellus dari Ankyra yang hidup tahun AD 340 ditemukan kutipan rumusan Pengakuan Iman Rasuli tersebut dalam bahasa Yunani. Oleh Rufinus (meninggal AD 410) teksnya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan diberi judul Symbolum Apostolorum (= Pengakuan Iman Para Rasuli) dan dibacakan dalam gereja-gereja Roma Khatolik. Sampai sekarang telah menjadi milik seluruh gereja di dunia.
Aku Percaya Kepada Allah Bapa
Seorang yang berkata Aku percaya tidak sekedar mengakui adanya Tuhan, menjadi seorang yang beragama atau beribadat, menyetujui sejumlah kebenaran tentang ketuhanan, melakukan berbagai syarat agama, menjalankan kehidupan yang baik atau menjadi orang jujur. Bahkan percaya lebih dari sekedar menghormati dan membaca Alkitab sebagai Firman Tuhan. Tapi percaya adalah tindakan iman, yaitu iman yang menuntun kita untuk menjalani hidup seperti apa yang sudah kita terima dari Alkitab sebagai Firman Allah. Jadi, itu bukan karena hasil usaha sendiri dari manusia, melainkan karena pimpinan Roh Kudus yang menuntun hidup orang percaya ke dalam persekutuannya dengan Allah (Efesus 2:8-9; Roma 1:16-17).Maka seorang yang dengan mantap berkata Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi menyatakan pada dunia bahwa orang tersebut menyatukan percayanya kepada Allah yang dipanggil sebagai Bapa. Dialah yang menyediakan langit dan bumi, Dialah Allah satu-satunya yang Mahakuasa, tidak ada yang lain. Dalam pengakuan tersebut terkandung makna: seluruh hidup manusia dan seanteronya ada dalam genggaman tangan Allah, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya. Seluruh pergumulan dan masalah dapat disampaikan dan diselesaikan oleh Allah karena Dia Bapa kita. Segala sesuatu berasal dari padaNya karena Dialah Khalik langit dan bumi. Maka manusia harus berterimakasih dan mengembalikan syukur padaNya.
Bagian 2 : "Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita".
Pendahuluan
Pengakuan kedua rumusan Pengakuan Iman Rasuli ini adalah Aku percaya kepada Yesus Kristus! Pengakuan percaya ini adalah inti dari iman Kristen, bahwa Yesus yang lahir di Betlehem besar di Nazaret sesuai dengan catatan Kitab Suci adalah Kristus. Dialah Anak Allah Bapa Yang Tunggal, Tuhan kita. Rumusan ini dibuat demikian sebagai respon terhadap kalangan yang mengaku Kristen namun tidak mengakui ketuhanan Yesus. Kelompok seperti Arianisme dan Ebionisme (abad AD 2-3) menolak bahwa Yesus itu Allah. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemahaman iman diantara jemaat, maka gereja merumuskan Pengakuan Iman tersebut sebagai penegasan.
Yesus Kristus adalah Allah yang sejati. Dialah Juruselamat yang datang dari Allah untuk menyelamatkan dunia dan manusia (Matius 1:21). Dialah Kristus (Ibraninya Mesias) yaitu Dialah yang diurapi oleh Allah menjadi Nabi, Imam dan Raja yang tiada taranya. Dialah Anak Allah Yang Tunggal, sungguh-sungguh Tuhan, artinya : dalam kedatangan Yesus itu sebenarnya Allah sendiri yang mendatangi manusia dengan membawa keselamatan yang daripadaNya. Bukti-bukti keberadaan Yesus adalah Tuhan:
- Yesus menyatakan diriNya : Aku dan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30).
- Dialah Firman yang telah menjelma jadi manusia (Yohanes 1:1, 14).
- Kekekalan sebagai Allah ada pada Yesus (Yohanes 8:58 ).
- Kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikanNya yang ajaib, dsb.
Jadi, pengakuan kita yang pertama Aku percaya kepada Allah Bapa....... dengan pengakuan Dan kepada Yesus Kristus........merupakan penyataan yang sederajat karena kualitas ilahi keduanya sama.
Namun pengakuan percaya tersebut tidak berarti kita percaya pada dua Tuhan. Kita percaya kepada Allah yang sudah memperkenalkan diriNya didalam Yesus Kristus. Artinya : Kita percaya pada Yesus Kristus, yang sudah menyatakan kepada kita, siapa dan bagaimana Allah yang hidup itu sesungguhnya. Sebab itu Yesus Kristus diberi gelar Immanuel, artinya : Allah menyertai kita (Matius 1:23b).
baca selanjutnya : http://www.sarapanpagi.org/pengajaran-pengakuan-iman-rasuli-vt96.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar